Aset Belajar
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tentang Kami » Anthrosocietyeducando

Anthrosocietyeducando

  • account_circle Dimas Ario Sumilih
  • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
  • visibility 46
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Identitas

“Anthrosocietyeducando”

Merupakan komunitas ilmiah yang berfokus pada antropologi (anthropology), masyarakat (society), dan pendidikan (education), berlandaskan semangat pembelajaran dan riset yang membebaskan serta nilai-nilai luhur profesi kependidikan, dengan keyakinan bahwa setiap orang mampu (can) untuk berpikir dan bertindak (do) nyata dalam menyumbangkan gagasan, pengetahuan, dan perubahan sosial, bagi kemajuan generasi dan peradaban bangsa, serta pengembangan pemahaman dan solusi sosial humaniora di tingkat global.

Pendiri Komunitas

Komunitas “Anthrosocietyeducando” didirikan oleh Dimas Ario Sumilih, dosen pendidikan antropologi di Jurusan Sosiologi Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H), Universitas Negeri Makassar (UNM), pada 2 Maret 2026.

Definisi

Nama “Anthrosocietyeducando” memiliki lima kata kunci yang saling berkaitan dan mengikat tidak dapat dipisahkan, yaitu (1) anthropology, (2) society, (3) education, (4) can, dan (5) do. Berikut penjelasannya:

Antropologi

Anthropology, di Indonesia dikenal sebagai antropologi (anthropos, berarti manusia, dan logos, berarti ilmu pengetahuan) adalah ilmu tentang manusia dalam seluruh dimensinya yang meliputi biologi (biological anthropology), sosial, budaya (social cultural anthropology), sejarah (archaeological anthropology), dan linguistik (linguistics anthropology). Dalam konteks komunitas “Anthrosocietyeducando,” antropologi diposisikan sebagai kerangka utama untuk memahami keberagaman manusia dan dinamika kehidupannya. Artinya, setiap diskusi, kajian, maupun aktivitas komunitas berakar pada pemikiran holistik yang khas antropologi, yaitu melihat manusia (Homo sapiens) sebagai makhluk biologi yang berevolusi sekaligus juga makhluk sosial yang berkebudayaan dan membangun peradaban.

Masyarakat

Kata “society” atau dalam bahasa Indonesia dikenali dengan istilah “masyarakat” merujuk pada suatu kompleksitas kehidupan bersama manusia yang terikat oleh relasi sosial, nilai, norma, dan sistem budaya. Masyarakat merupakan laboratorium hidup bagi antropologi. Penggunaan istilah “society” dalam nama komunitas ini menunjukkan bahwa sasaran kajian bukan sekadar teks atau teori, melainkan realitas sosial yang aktual, berikut kebudayaannya. Dengan demikian, komunitas ini bukan hanya forum belajar teoretis, melainkan juga ruang untuk menganalisis, memahami, dan memberi kontribusi pada kehidupan masyarakat dan kebudayaan.

Pendidikan

Istilah “education” berasal dari bahasa Latin “educare” dan dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah “pendidikan,” yang berarti “mendidik, membimbing, mengarahkan.” Dalam konteks komunitas “Anthrosocietyeducando,” pendidikan tidak hanya dimaknai sebagai proses transfer ilmu, tetapi juga sebagai proses transformasi diri, pembebasan pemikiran, dan pemberdayaan masyarakat. Pendidikan mencakup segala bentuk pembelajaran dan pengalaman yang mengarah pada perubahan positif dalam diri individu dan masyarakat dengan melibatkan pengembangan potensi manusia secara utuh, baik dari segi kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Pendidikan merupakan alat untuk menciptakan kesadaran kritis terhadap isu-isu sosial, kebudayaan, dan lingkungan, sekaligus sebagai sarana untuk membentuk karakter dan etika dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam kerangka profesi kependidikan, pendidikan bukan hanya sekadar aktivitas mengajar, tetapi juga suatu panggilan untuk membimbing dan mengarahkan generasi muda menuju pemahaman yang lebih dalam tentang diri mereka, masyarakat, dan dunia. Komunitas ini juga membahas isu-isu kependidikan/keguruan dengan tujuan untuk memperkuat peran guru sebagai agen perubahan yang mendidik, membentuk, dan memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil, cerdas, berbudaya, dan berkeadaban.

Can

Kata “can” (dalam bahasa Inggris) mengandung makna “potensi dan kemampuan.” Komunitas “Anthrosocietyeducando” ingin menegaskan bahwa setiap orang memiliki kapasitas untuk belajar, berpikir kritis, berkontribusi, dan menghasilkan gagasan. Dalam tradisi antropologi, tidak ada manusia atau masyarakat yang dianggap “tidak mampu,” karena setiap kebudayaan memiliki cara sendiri untuk bertahan dan berkembang. Dengan demikian, “can” adalah bentuk optimisme akademik sekaligus etos keberdayaan.

Do

Kata “do” (dalam bahasa Inggris) menekankan aspek praksis, yaitu suatu bentuk tindakan nyata. Belajar antropologi, membicarakan masyarakat dan mendiskusikan isu-isu pendidikan tidak berhenti pada tataran teori, melainkan harus diwujudkan dalam aksi, misalnya riset lapangan, aktivitas pengabdian masyarakat, seminar, maupun publikasi.

Visi “Anthrosocietyeducando”

Menjadi komunitas ilmiah terdepan yang menginspirasi perubahan sosial melalui pemahaman mendalam tentang antropologi, masyarakat, dan pendidikan, dengan membentuk generasi cerdas dan berempati, siap menghadapi tantangan global, dan berkontribusi pada peradaban yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Misi “Anthrosocietyeducando”

  • Meningkatkan pemahaman yang mendalam mengenai antropologi, masyarakat, dan pendidikan melalui diskusi ilmiah, riset, dan kajian teoretis.
  • Mendorong terciptanya pendidikan dan pembelajaran yang membebaskan, inklusif, dan menekankan pemberdayaan, kesetaraan, serta berkeadilan.
  • Mengembangkan profesionalisme kependidikan dan pengajaran yang berwawasan global dengan mengintegrasikan kearifan lokal sebagai landasan nilai, budaya dan identitas.
  • Membangun kemitraan dan kolaborasi untuk menciptakan solusi sosial humaniora yang inovatif dan berdampak.
  • Menumbuhkan generasi pemimpin yang berpikiran terbuka, kritis, dan berempati.
  • Penulis: Dimas Ario Sumilih

Komentar (1)

  • A WordPress Commenter

    Hi, this is a comment.
    To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
    Commenter avatars come from Gravatar.

    Balas4 Maret 2026 10:11

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi untuk Anda

  • Dasar Konseptual CSR

    Dasar Konseptual CSR

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Dimas Ario Sumilih
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Pengertian Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan konsep tanggung jawab sosial perusahaan yang berkembang dari kesadaran bahwa aktivitas bisnis tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memiliki kewajiban moral terhadap masyarakat (sosial, budaya) dan lingkungan (alam, fisik). Secara etimologis, istilah CSR berasal dari tiga kata dalam bahasa Inggris, yaitu corporate yang berarti badan usaha atau […]

  • Administrasi & Supervisi Pendidikan

    Administrasi & Supervisi Pendidikan

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Dimas Ario Sumilih
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Konsep, Proses, dan Peranan Guru Tentang Administrasi Kurikulum di Satuan Pendidikan (2024) Buku Chapter ini telah diterbitkan oleh Penerbit Pradina Pustaka pada Februari 2024 dengan ISBN 978-623-8106-47-9. Salah satu tulisan termuat dalam buku ini merupakan karya tulis Dimas Ario Sumilih, yaitu Bab 4 dengan judul “Konsep, Proses, dan Peranan Guru Tentang Administrasi Kurikulum di Satuan […]

  • Jalan Juang Penggerak Literasi Indonesia

    Jalan Juang Penggerak Literasi Indonesia

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Dimas Ario Sumilih
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Berkarya: Eksistensi dan Ekspresi Kemanusiaan dalam Perspektif Bioantropologi (2023) Buku Chapter atau Antologi Karya Para Penggerak Literasi Nasional 2023 diterbitkan oleh PT Nyalanesia Masadepan Indonesia. Terbit pada September 2023 dengan QRCBN 62-762-7537-293. Salah satu bab yang termuat dalam buku ini merupakan karya tulisan Dimas Ario Sumilih dengan judul “Berkarya: Eksistensi dan Ekspresi Kemanusiaan dalam Perspektif […]

  • Kerangka Konseptual Antropologi Arkeologi

    Kerangka Konseptual Antropologi Arkeologi

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Dimas Ario Sumilih
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Kebudayaan Material sebagai Kunci Memahami Kehidupan Manusia Masa Lampau Dalam kerangka konseptual antropologi arkeologi, salah satu konsep paling mendasar adalah kebudayaan material (material culture), yaitu seluruh benda yang dihasilkan, digunakan, atau dimodifikasi oleh manusia sebagai bagian dari sistem kehidupannya. Antropologi arkeologi berangkat dari asumsi bahwa setiap aktivitas manusia akan meninggalkan jejak material yang dapat ditelusuri […]

  • Hakikat Antropologi Arkeologi

    Hakikat Antropologi Arkeologi

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Dimas Ario Sumilih
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Studi Manusia melalui Jejak Material Masa Lalu Antropologi arkeologi merupakan bidang kajian yang berupaya memahami kehidupan manusia masa lalu melalui analisis terhadap tinggalan material yang ditinggalkan oleh masyarakat pada periode tertentu. Berbeda dengan disiplin sejarah yang umumnya bertumpu pada sumber tertulis, antropologi arkeologi memanfaatkan bukti fisik yang ditemukan di dalam tanah, lingkungan alam, atau situs-situs […]

  • Pendidikan di Era Milenial

    Pendidikan di Era Milenial

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Dimas Ario Sumilih
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Memahami Milenial (2024) Buku Chapter yang diterbitkan oleh Arjuna Indonesia Mendunia pada Mei 2024 dengan ISBN 978 623 10 0540 3. Salah satu tulisan termuat dalam buku ini adalah karangan Dimas Ario Sumilih, yaitu pada Bab 2 dengan judul “Memahami Milenial,” (hal. 14-40). « Klik di sini: baca buku/epaper. » Buku “Pendidikan di Era Milenial” menghadirkan refleksi […]

expand_less