Jalan Juang Penggerak Literasi Indonesia
- account_circle Dimas Ario Sumilih
- calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
- visibility 49
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Daftar Isi
Berkarya: Eksistensi dan Ekspresi Kemanusiaan dalam Perspektif Bioantropologi (2023)
Buku Chapter atau Antologi Karya Para Penggerak Literasi Nasional 2023 diterbitkan oleh PT Nyalanesia Masadepan Indonesia. Terbit pada September 2023 dengan QRCBN 62-762-7537-293. Salah satu bab yang termuat dalam buku ini merupakan karya tulisan Dimas Ario Sumilih dengan judul “Berkarya: Eksistensi dan Ekspresi Kemanusiaan dalam Perspektif Bioantropologi,” (hal. 46-53).
« Klik di sini: baca buku/epaper. »
Bab ini mengajak pembaca memahami makna berkarya sebagai wujud eksistensi manusia melalui pendekatan bioantropologi. Sumilih memulai tulisan dalam bentuk esai ini dengan refleksi personal tentang aktivitas berpikir dan menulis di tengah kesunyian malam, sebuah momen yang menggambarkan bahwa berkarya lahir dari kesadaran mendalam manusia untuk memberi makna pada hidupnya. Dalam pandangannya, bekerja dan berkarya bukanlah hal yang sama. Bekerja sering kali berorientasi pada kewajiban atau imbalan material, sedangkan berkarya adalah proses kreatif yang lahir dari daya cipta, ketajaman berpikir, dan dorongan batin untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai bagi manusia lain.
Sumilih menjelaskan bahwa karya merupakan ekspresi kemanusiaan yang menyatukan unsur biologis dan kultural manusia. Melalui perspektif bioantropologi, manusia dipahami sebagai makhluk yang tidak hanya memiliki tubuh biologis, tetapi juga kemampuan berpikir, berimajinasi, mencipta budaya, dan menghasilkan pengetahuan. Dalam konteks pendidikan, terutama bagi guru, berkarya berarti melampaui rutinitas mengajar menuju proses kreatif yang memberi dampak luas bagi peserta didik dan komunitas pendidikan. Ia menekankan bahwa setiap karya, baik tulisan, gagasan, maupun inovasi, menjadi bagian dari proses manusia membangun peradaban dan memperkaya kebudayaan.
Pada akhir tulisan ini, Sumilih menegaskan bahwa berkarya adalah napas kehidupan manusia. Melalui karya, manusia menegaskan eksistensinya, mengekspresikan identitasnya, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan bangsa. Penulis mengajak para pendidik, pegiat literasi, dan generasi muda untuk terus menyalakan semangat berkarya sebagai jalan menuju peradaban yang lebih maju. Dengan gaya reflektif dan argumentasi ilmiah yang kuat, bab ini tidak hanya memberikan wawasan teoretis, tetapi juga inspirasi yang menggugah siapa pun untuk menyadari bahwa setiap manusia memiliki potensi untuk mencipta dan meninggalkan jejak bermakna melalui karya.
« Klik di sini: baca buku/epaper. »
Ulasan Ringkas
Ulasan ringkas atas buku ini dibaca di « klik di sini: baca uraian singkat buku/bab ini ».
Berminat Beli Buku
Jika berminat memiliki buku ini secara lengkap versi cetak (print-out), silakan kirim pesan ke nomor WhatsApp +62 895-4289-38182.
Lihat buku lainnya
Silakan kunjungi untuk melihat buku-buku karya Dimas Ario Sumilih lainnya dengan « klik di sini: lihat buku lainnya ».
- Penulis: Dimas Ario Sumilih

Saat ini belum ada komentar