Aset Belajar
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pengetahuan » Pengetahuan Umum » Dasar Konseptual CSR

Dasar Konseptual CSR

  • account_circle Dimas Ario Sumilih
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • visibility 176
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pengertian

Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan konsep tanggung jawab sosial perusahaan yang berkembang dari kesadaran bahwa aktivitas bisnis tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memiliki kewajiban moral terhadap masyarakat (sosial, budaya) dan lingkungan (alam, fisik). Secara etimologis, istilah CSR berasal dari tiga kata dalam bahasa Inggris, yaitu corporate yang berarti badan usaha atau korporasi, social yang merujuk pada kehidupan masyarakat, dan responsibility yang berarti tanggung jawab, sehingga secara harfiah dapat dimaknai sebagai tanggung jawab perusahaan terhadap aspek sosial di sekitarnya. Secara terminologis, CSR dipahami sebagai komitmen perusahaan untuk menjalankan kegiatan bisnis secara etis, berkontribusi pada pembangunan ekonomi, serta meningkatkan kualitas hidup karyawan, komunitas lokal, dan masyarakat luas secara berkelanjutan. Konsep ini menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya bertanggung jawab kepada pemegang saham (shareholders), tetapi juga kepada para pemangku kepentingan (stakeholders) seperti masyarakat, pemerintah, konsumen, dan lingkungan. Dengan demikian, CSR menjadi kerangka strategis yang mengintegrasikan kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam praktik bisnis guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Berikut adalah beberapa definisi atau pengertian CSR menurut ahli dan ilmuwan, di antaranya:

Howard R. Bowen (1953)

Bowen (1953) mendefinisikan CSR sebagai kewajiban perusahaan untuk menerapkan kebijakan dan mengambil keputusan yang sesuai dengan tujuan sosial dalam bisnis demi kebaikan masyarakat. Telah dikenal bahwa Howard R. Bowen adalah salah satu pelopor konsep CSR yang mendapatkan julukan sebagai “Bapak CSR.” Pada tahun 1953, ia menulis buku penting yang menegaskan tanggung jawab sosial perusahaan sebagai kewajiban etis dalam pengambilan keputusan bisnis.

Archie B. Carroll (1979)

Menurut Carroll (1979), CSR merupakan tanggung jawab ekonomi, hukum, etika, dan filantropi yang harus dipenuhi oleh perusahaan untuk menciptakan keseimbangan antara kepentingan bisnis dan kepentingan masyarakat. Archie B. Carroll merupakan seorang akademisi yang mengembangkan model konseptual tiga dimensi dalam memahami CSR, yang mencakup tanggung jawab ekonomi, hukum, etika, dan filantropi. Tulisannya banyak dikutip sebagai rujukan utama dalam teori CSR modern.

McWilliams & Siegel (2001)

McWilliams & Siegel (2001) menyatakan CSR sebagai tindakan perusahaan yang memberikan manfaat sosial di luar kepatuhan terhadap aturan hukum yang berlaku. Andrew McWilliams dan Donald Siegel adalah akademisi yang menelaah CSR dari perspektif teori perusahaan dan strategi bisnis. Mereka mengemukakan bahwa CSR adalah tindakan perusahaan yang tidak hanya memenuhi persyaratan hukum, tetapi juga melampaui kewajiban tersebut dengan secara sukarela melakukan aktivitas yang memberikan manfaat sosial lebih luas.

Di samping para ahli dan ilmuwan di atas, beberapa organisasi juga mendefinisikan CSR berdasar kompetensinya, yaitu:

European Commission (2011)

Menurut organisasi European Commission (2011), CSR adalah tanggung jawab perusahaan atas dampak yang ditimbulkan pada masyarakat dan bagaimana perusahaan dapat memenuhi tanggung jawab tersebut melalui praktik secara sukarela yang mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan dalam kegiatan bisnisnya. Diketahui bahwa European Commission merupakan suatu badan eksekutif Uni Eropa yang menerbitkan pedoman resmi mengenai CSR sebagai kerangka kerja bagi perusahaan-perusahaan Eropa dalam menerapkan tanggung jawab sosial. Komunikasi dari EC ini bertujuan untuk mengintegrasikan prinsip CSR dalam strategi bisnis secara luas.

World Business Council for Sustainable Development (WBCSD, 1999)

Definisi dari World Business Council for Sustainable Development (WBCSD, 1999) menyebut CSR sebagai komitmen perusahaan untuk berperilaku etis dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi sambil meningkatkan kualitas hidup karyawan, keluarganya, dan komunitas lokal. World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) adalah organisasi global yang mewakili perusahaan-perusahaan besar yang berkomitmen menerapkan pembangunan berkelanjutan. Mereka mendefinisikan CSR sebagai komitmen bisnis untuk bertindak etis dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

  • Penulis: Dimas Ario Sumilih

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi untuk Anda

  • Administrasi & Supervisi Pendidikan

    Administrasi & Supervisi Pendidikan

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Dimas Ario Sumilih
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Konsep, Proses, dan Peranan Guru Tentang Administrasi Kurikulum di Satuan Pendidikan (2024) Buku Chapter ini telah diterbitkan oleh Penerbit Pradina Pustaka pada Februari 2024 dengan ISBN 978-623-8106-47-9. Salah satu tulisan termuat dalam buku ini merupakan karya tulis Dimas Ario Sumilih, yaitu Bab 4 dengan judul “Konsep, Proses, dan Peranan Guru Tentang Administrasi Kurikulum di Satuan […]

  • Hakikat Antropologi Arkeologi

    Hakikat Antropologi Arkeologi

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Dimas Ario Sumilih
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Studi Manusia melalui Jejak Material Masa Lalu Antropologi arkeologi merupakan bidang kajian yang berupaya memahami kehidupan manusia masa lalu melalui analisis terhadap tinggalan material yang ditinggalkan oleh masyarakat pada periode tertentu. Berbeda dengan disiplin sejarah yang umumnya bertumpu pada sumber tertulis, antropologi arkeologi memanfaatkan bukti fisik yang ditemukan di dalam tanah, lingkungan alam, atau situs-situs […]

  • Profesionalisme Dosen Terlihat pada Mutu dan Dampak Kerja

    Profesionalisme Dosen Terlihat pada Mutu dan Dampak Kerja

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle Dimas Ario Sumilih
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Profesionalisme dosen terlihat dari mutu pekerjaan dan manfaat yang dihasilkannya. Kegiatan mengajar, meneliti, dan mengabdi perlu menghasilkan perubahan yang dapat ditunjukkan melalui bukti. Karena itu, penilaian terhadap profesionalisme perlu memperhatikan cara kerja, kualitas hasil, dan dampaknya bagi mahasiswa maupun masyarakat. Melaksanakan kegiatan dengan standar mutu yang jelas. Menghasilkan karya yang sesuai dengan kebutuhan. Menunjukkan manfaat […]

  • Profesionalisme Dosen: Kompetensi, Integritas, dan Tanggung Jawab

    Profesionalisme Dosen: Kompetensi, Integritas, dan Tanggung Jawab

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle Dimas Ario Sumilih
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Profesionalisme dosen adalah kemampuan menjalankan tugas akademik dengan baik, jujur, dan bertanggung jawab. Profesionalisme terlihat dalam cara dosen mengajar, menghasilkan pengetahuan, membimbing mahasiswa, serta bekerja bersama masyarakat. Setiap tugas perlu dilaksanakan dengan memperhatikan mutu dan manfaatnya bagi pihak yang dilayani. Menjalankan tugas sesuai bidang keahlian. Menjaga kualitas proses dan hasil pekerjaan. Memberikan manfaat bagi mahasiswa, […]

  • Strategi Pengembangan Karier dan Promosi Dosen

    Strategi Pengembangan Karier dan Promosi Dosen

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle Dimas Ario Sumilih
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Pengembangan karier dosen adalah proses terencana untuk meningkatkan kemampuan, memperkuat keahlian, dan memberikan kontribusi melalui pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Arah yang jelas membantu dosen memilih kegiatan yang sesuai dengan bidang keahlian dan tujuan kariernya. Dengan demikian, kegiatan sehari-hari dapat menjadi langkah yang saling mendukung dalam membangun perkembangan akademik. Mengenali kemampuan dan capaian saat […]

  • Kerangka Konseptual Antropologi Arkeologi

    Kerangka Konseptual Antropologi Arkeologi

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Dimas Ario Sumilih
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Kebudayaan Material sebagai Kunci Memahami Kehidupan Manusia Masa Lampau Dalam kerangka konseptual antropologi arkeologi, salah satu konsep paling mendasar adalah kebudayaan material (material culture), yaitu seluruh benda yang dihasilkan, digunakan, atau dimodifikasi oleh manusia sebagai bagian dari sistem kehidupannya. Antropologi arkeologi berangkat dari asumsi bahwa setiap aktivitas manusia akan meninggalkan jejak material yang dapat ditelusuri […]

expand_less